Sukorejo, Trenggalek - Suasana Bank Sampah Mitra Gumrining, Desa Sukorejo, tampak lebih semarak pada Jumat (10/7) pagi. Sebanyak 12 ibu-ibu Desa Sukorejo mengikuti workshop daur ulang sampah kering sachet yang diselenggarakan oleh mahasiswa Universitas Negeri Malang Bersama Belajar Masyarakat (UM BBM). Kegiatan yang berlangsung pukul 09.00–10.30 WIB ini mengajak peserta mengubah sampah sachet yang selama ini dianggap tidak bernilai menjadi karya kreatif yang memiliki manfaat dan nilai guna.
Isnaeni, selaku
penanggungjawab program kerja workshop mengaku bahwa, ibu-ibu sangat antusias
dalam mengikuti workshop. Ia juga mengharapkan program ini bisa terus
diterapkan dan dikembangkan oleh warga khususnya di Desa Sukorejo.
“Menarik tambah
ilmu, jadi bisa memanfaatkan bahan bekas.” Kesan Ibu Robiatin selaku salah satu
peserta workshop.
“Lanjutkan jangan
patah semangat, bisa dikembangkan dan diterapkan nantinya”. Lanjutnya.
Kegiatan workshop ini bertujuan untuk mengurangi sampah sachet yang sulit didaur ulang dan belum memiliki nilai jual. Selain itu, workshop ini diharapkan dapat memberikan keterampilan baru kepada warga dalam mengolah sampah sachet menjadi produk yang bermanfaat dan bernilai, sehingga sampah sachet bisa berakhir di Bank Sampah Mitra Gumrining, Desa Sukorejo.
Melalui workshop ini, mahasiswa UM BBM bersama masyarakat menunjukkan bahwa sampah dapat diubah menjadi sesuatu yang bermanfaat. Diharapkan, kegiatan ini dapat menjadi awal terbentuknya kebiasaan mengelola sampah secara kreatif dan berkelanjutan di Desa Sukorejo.
0 Komentar