TRENGGALEK – Minyak goreng bekas atau yang akrab disebut minyak jelantah sering kali berakhir di saluran pembuangan dapur atau dibuang sembarangan ke pekarangan rumah. Padahal, kebiasaan ini menyimpan potensi bahaya laten yang dapat merusak ekosistem tanah dan menyumbat sanitasi air warga.
Menyikapi
permasalahan lingkungan tersebut, kelompok mahasiswa UM BBM 2026 Universitas Negeri Malang
(UM) yang bertugas di Desa Sukorejo, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Trenggalek
mengambil langkah nyata. Melalui Program Kerja Bank Sampah dan pengelolaan
limbah, mereka menyelenggarakan kegiatan bertajuk "Sosialisasi dan Praktik
Pemanfaatan Minyak Jelantah" yang berfokus pada pemberdayaan Ibu-Ibu Kader
Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK).
Kegiatan ini dirancang
bukan sekadar untuk memberikan teori, melainkan menitikberatkan pada metode
pelatihan berbasis praktik langsung. Mahasiswa UM BBM mendampingi warga mulai dari
proses penjernihan awal minyak jelantah secara sederhana menggunakan bahan
alami, hingga pengolahan tingkat lanjut menjadi produk-produk kreatif yang
memiliki nilai guna baru.
Dari Limbah Dapur
Menjadi Produk Bernilai
Guna
Dalam sesi
praktik, minyak jelantah yang semula hitam dan berbau pekat disulap menjadi dua
komoditas bernilai ekonomis, yaitu lilin aroma
terapi. Proses pembuatan ini memanfaatkan minyak jelantah, serta pencampuran dengan parafin
serta minyak esensial untuk pembuatan lilin dekoratif.
Antusiasme para
kader PKK dan ibu rumah tangga Desa Sukorejo terlihat sangat tinggi sepanjang
kegiatan berlangsung. Banyak dari mereka yang terkejut bahwa limbah dapur yang
biasanya langsung dibuang ternyata dapat
mengeras menjadi sabun pembersih yang efektif untuk noda membandel pada
peralatan memasak, atau menjadi lilin.
Dampak Jangka Panjang
bagi Lingkungan dan Ekonomi Kreatif
Program kerja ini
diharapkan mampu memberikan dampak berkelanjutan bagi ekosistem Desa Sukorejo.
Dengan berkurangnya volume minyak goreng bekas yang dibuang ke alam bebas,
kualitas sanitasi dan air tanah di wilayah pemukiman warga dapat lebih terjaga
secara jangka panjang.
- Tim Publikasi UM BBM Desa Sukorejo
0 Komentar